
Kerinci, 29 Januari 2026 — Di tengah arus digitalisasi dan dominasi permainan berbasis gawai, Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kerinci menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal dengan memainkan permainan benteng, salah satu permainan tradisional daerah yang kini mulai jarang dijumpai. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah dan diikuti dengan penuh antusias oleh para murid, menciptakan suasana ceria, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.
Permainan benteng tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter. Melalui permainan ini, murid belajar tentang kerja sama tim, strategi, sportivitas, kejujuran, serta ketangkasan fisik. Tawa dan sorak sorai murid yang saling menyusun strategi untuk mempertahankan dan merebut “benteng” menjadi pemandangan yang menggambarkan keceriaan masa kanak-kanak yang sederhana namun bermakna.
Kepala MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti.S,S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurut beliau, permainan tradisional seperti benteng memiliki nilai edukatif yang tinggi dan relevan dengan pembinaan karakter murid di madrasah.
“Permainan benteng mengajarkan banyak nilai positif, seperti kebersamaan, keberanian, dan disiplin. Di era digital saat ini, madrasah perlu menghadirkan kegiatan yang menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan pelestarian budaya dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya nilai-nilai luhur bangsa. Dengan menghadirkan permainan tradisional dalam aktivitas murid, MIN 1 Kerinci berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Para guru dan pendamping turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan arahan serta memastikan permainan berlangsung dengan aman dan tertib. Mereka berharap permainan tradisional dapat terus diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun waktu istirahat, sehingga murid memiliki alternatif kegiatan yang sehat, aktif, dan mendidik.
Salah seorang murid mengungkapkan kegembiraannya dapat bermain benteng bersama teman-teman. Ia merasa permainan tersebut lebih seru karena bisa berlari, bekerja sama, dan bermain langsung di luar kelas. Hal ini menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik kuat bagi anak-anak apabila difasilitasi dengan baik.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Kerinci berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter. Permainan benteng menjadi bukti bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan oleh zaman, melainkan dapat dihidupkan kembali dan diwariskan kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan yang peduli dan berbudaya.
|
915x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...