
VERSI TULISAN.
Proses berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kerinci berawal dari pelaksanaan pendidikan agama Islam yang berbentuk pengajian bagi anak usia Sekolah Dasar (SD) yang sudah dimulai sekitar tahun 1920. Pengajian tersebut dilangsungkan di malam hari dan ada pula yang dilaksanakan disore hari. Pengajian ini bertempat di mushala dan di rumah guru ngaji. Pelaksanaan pengajian tergantung kepada kesediaan guru ngaji baik waktu maupun materinya. Sistem pengajian ini tidak menggunakan system belajar mengajar seperti yang dikenal saat sekarang, akan tetapi metode pengajaran umumnya menggunakan sistem halaqah (lingkaran), yaitu sistem belajar di mana murid-murid mengelilingi guru ngaji dengan menggunakan metode hafalan. Materi dan kurikulum tidak diprogram secara tertulis, tidak ada perencanaan terlebih dahulu dan tingkatan belajarpun tidak ditentukan.
Pengajian dengan sistem halaqah tidak selalu berjalan dengan lancar, karena itu sulit dikontrol dan diarahkan. Guru ngaji yang bersedia mengajar, semuanya memberikan pengajian dengan suka rela tanpa ditentukan gajinya, sehingga waktu pengajian tidak dapat ditentukan waktunya, menyesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki oleh guru ngaji. Guru ngaji tersebut, kegiatannya tidak hanya mengajar ngaji tetapi juga mencari nafkah. Sumbagan yang diterima dari masyarakat bersifat spontanitas dan suka rela, bukan merupakan pendapatan yang tetap bagi guru ngaji.
Keadaan pengajian tersebut berlangsung hingga tahun 1945. Pada tahun itu beberapa tokoh masyarakat mempelopori pendirian Perguruan Islam (PI) Kemantan. Tokoh masyarakat tersetut adalah :
Delapan orang tokoh tersebut selain sebagai pelopor berdirinya Perguruan Islam (PI) juga sebagai pengurus dan sekaligus tenaga pengajar dan dibantu oleh pemuda yang dipandang mampu untuk menjadi guru dan dapat bertanggung jawab kepada pengurus PI selama waktu pengajian berlangsung yaitu dari jam 14.00 s.d 17.00 WIB. Materi pelajaran 90% pelarajaran Agama Islam setingkat Sekolah Dasar yang terdiri dari tiga kelas tingkatan belajar yaitu kelas I, II, dan III. Pimpinan pertama Perguruan Islam (PI) ini ditunjuk oleh pemuka masyarakat dalam rapat bersama pengurus dan majelis guru Perguruan Islam (PI) kemantan yaitu Bapak (Ustazd) Abd. Gani.
Adapun personil BP3 pada waktu itu adalah sebagai berikut :
Pelindung : Kepala Desa
Penasehat : 1. Mohd. Ismail Karim
2. Pateh Mat Resah
Ketua : Muradi Aref
Wakil Ketua : Abdullah
Sekretaris : Syamsuddin
Keuangan : 1. Dpt Mat Said
2. Khatib Syari’at
Bendahara : Tengku Thahar
Tenaga pengajar yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar di Perguruan Islam (PI) tersebut adalah sebagai berikut :
Abd. Gani (Kepala Sekolah)
Abd. Leman Majid (Wakil Kepala)
Mohd. Ismail Karim
Tengku Tahar
Khatib Syari’at
Khatib M. Rauf Syarif
Khatib Abd. Karim
Syamsudin
Abd. Aziz Umar Ali
M. Zahari
Abd. Rum Thalib
Dan lain-lain.
Pada lima tahun pertama sejak berdirinya Perguruan Islam (PI), minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada Perguruan Islam (PI) Kemantan sangatlah rendah. Hal ini dikarenakan pada waktu itu keamanan negara dan ekonomi rakyat belum begitu stabil. Pada tahun-tahun berikutnya Perguruan Islam (PI) tetap berjalan walaupun dengan jumlah murid hanya sekitar 50 orang.
Sejak tahun 1960 perguruan ini mulai berkembang dan semakin maju ditandai dengan meningkatnya jumlah anak yang masuk setiap tahunnya.
Kepengurusan perguruan swasta ini memerlukan ketabahan dan pengorbanan yang sangat tinggi, apalagi perguruan ini pada waktu awal berdirinya belum memiliki satu orangpun guru negeri dan semua dana yang diperlukan adalah bersumber dari swadaya masyarakat. Permasalahan yang dihadapi tersebut diatas memerlukan jalan keluar, sehingga pengurus Perguruan Islam (PI) Kemantan dapat mempertahankan eksistensinya. Bapak H. Muradi Arief menuturkan bahwa untuk dapat keluar dari permasalahan tersebut, pengurus serta tokoh masyarakat beserta majlis guru mengadakan musyawarah membicarakan pengusulan perguruan ini menjadi Perguruan Islam Negeri. Dalam upaya itu, Perguruan Islam (PI) Kemantan berganti nama menjadi Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kemantan. Pada tahun 1964, upaya sungguh-sungguh yang dilakukan membuahkan hasil,, Perguruan Islam (PI) Kemantan diresmikan menjadi Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kemantan oleh Bapak Kepala Inspeksi Pendidikan Agama Tingkat I Jambi, Bapak M. Syaman Syamsuddin tepat nya pada tanggal 13 November 1964.
Sejak waktu iutlah Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kemantan menjadi sekolah swasta yang diakui oleh Departemen Agama. Setelah satu tahun berjalan, BP3 dan majlis guru membuat kesepakatan pada musyawarah dengan keputusan :
Dengan dukungan dari semua pihak yang terkait, pihak Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kemantan bersama BP3 pada tanggal 20 Juni 1965 mengajukan usulan tersebut kepada Kepala Inspeksi Pendidikan Agama Tk. II Kerinci dengan surat No. 11/SRI/1965 tanggal 20 Juni 1965. Selanjutnya usulan diteruskan oleh Inspeksi Pendidikan Agama Tk. II Kerinci kepada Inspeksi Pendidikan Agama Tk. I Jambi dengan suratnya No. 934/umum/E/3/1965 tanggal 1 Juli 1965. Proses pengajuan usulan ini diurus langsung oleh Bapak Harun Saleh, Staf Pendidikan Agama Tk. 1 Jambi, bersama Bapak Muradi Arief.
Dalam permohonan tersebut diatas sebagai Kepala Sekolah diusulkan Bapak Abd. Leman Majid, BA. Setelah menunggu lebih kurang dua tahun lamanya, maka pada tahun 1967 keluarlah surat keputusan Menteri Agama RI tertanggal 26 Juni 1967. Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kemantan dinegrikan menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Percobaan (MINP) Kemantan. Untuk tenaga pengajarnya seluruh guru yang telah aktif dan masih bertugas di sekolah tersebut langsung didefinitifkan. Sedangkan kepala MINP adalah Bapak Abd. Leman Majid, BA, dengan SK Nomor : 6615/Pt/G.III/E.3/BP.17413 tanggal 31 Desember 1966.
Acara peresmian Madrasah Ibtidaiyah Negeri Percobaan (MINP) Kemantan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 1967 oleh Kepala Inspeksi Pendidikan Agama Propinsi Jambi yaitu Bapak Daud Khairi yang dihadiri oleh Bapak Buapati Kepala daerah Tingkat II Kerinci dan muspida tingkat Kecamatan Air Hangat. Pada acara tersebut seluruh lapisan masyarakat Kemantan hadir dengan penuh kegembiraan. Hal tersebut terungkap melalu berbagai acara kesenian, seperti Rangguk, Qasidah dan musik-musik lagu daerah, seperti : melayu, lagu minang dan sebagainya. Acara tersebut terlaksana dengan sangat meriah.
Setelah itu MINP Kemantan berubah nama menjadi MIN Kemantan Darat dan pada tahun 2018 berubah nomenklatur lagi menjadi MIN 1 Kerinci.
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...