
Kerinci, 22 Maret 2026 – Tradisi salaman saat Hari Raya Idul Fitri di MIN 1 Kerinci bukan hanya menjadi kebiasaan tahunan, tetapi juga bagian penting dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Kegiatan sederhana ini sarat makna, terutama dalam menanamkan nilai saling menghormati dan memaafkan.
Setelah pelaksanaan Idul Fitri dan kembali ke lingkungan madrasah, para siswa dengan penuh kesadaran melakukan salaman kepada guru serta orang yang lebih tua. Dengan penuh sopan santun, mereka menundukkan badan dan mencium tangan sebagai bentuk penghormatan, mencerminkan nilai adab yang terus dijaga di MIN 1 Kerinci.
Kepala MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti.S,S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa budaya salaman ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di madrasah. Menurutnya, momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan pentingnya sikap rendah hati, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi.
“Salaman bukan hanya tradisi, tetapi juga media pembelajaran bagi siswa untuk memahami arti menghormati yang lebih tua dan menyayangi sesama. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Melalui kebiasaan ini, MIN 1 Kerinci terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Tradisi salaman diharapkan tetap lestari sebagai bagian dari budaya positif yang memperkuat karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.(Aw)
|
23x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...