
Kerinci — Budaya salim yang diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kerinci menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk karakter serta meningkatkan adab siswa di lingkungan sekolah. Tradisi ini dilakukan dengan cara siswa bersalaman dan mencium tangan guru sebagai bentuk penghormatan setiap kali bertemu.
Kepala MIN 1 Kerinci menyampaikan bahwa budaya salim bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini. “Kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan sopan santun yang baik,” ujarnya.
Penerapan budaya salim dilakukan secara konsisten setiap hari, terutama saat siswa datang ke sekolah dan ketika berpapasan dengan guru. Para guru juga turut memberikan contoh dengan menyambut siswa secara ramah, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik.
Salah satu guru di MIN 1 Kerinci menjelaskan bahwa kebiasaan ini berdampak positif terhadap perilaku siswa. Mereka menjadi lebih sopan, menghargai orang yang lebih tua, serta memiliki sikap rendah hati. “Perubahan sikap siswa terlihat jelas, terutama dalam hal kedisiplinan dan etika,” ungkapnya.
Para siswa pun merasakan manfaat dari penerapan budaya tersebut. Mereka mengaku menjadi lebih terbiasa bersikap sopan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Orang tua siswa juga memberikan respons positif karena melihat perubahan perilaku anak-anak mereka.
Dengan adanya budaya salim, MIN 1 Kerinci berharap dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan mampu menerapkan nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas sekolah sekaligus fondasi dalam membangun pendidikan karakter.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...