
Kerinci, 10 April 2026 — MIN 1 Kerinci terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan yang rutin, terarah, dan berkelanjutan. Kegiatan seperti kultum (kuliah tujuh menit), yasinan, mengaji Al-Qur’an, serta hafalan ayat-ayat pendek tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan spiritual siswa di lingkungan madrasah.
Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa-siswi dengan tertib mengikuti kegiatan mengaji bersama yang dipandu oleh guru. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan, sehingga menjadi awal yang baik dalam membangun semangat belajar sekaligus memperkuat keimanan.
Kegiatan yasinan yang dilaksanakan secara rutin juga menjadi momen penting dalam menanamkan nilai kebersamaan dan kekhusyukan dalam beribadah. Siswa diajak untuk memahami pentingnya doa, dzikir, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Program kultum yang dilaksanakan secara bergiliran menjadi wadah pembelajaran yang efektif dalam melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berbicara di depan umum. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berperan aktif sebagai penyampai pesan-pesan keagamaan yang sarat makna dan nilai moral.

Selain itu, kegiatan hafalan ayat-ayat pendek terus digalakkan dengan bimbingan intensif dari para guru. Siswa dibiasakan untuk menghafal, mengulang, dan memahami kandungan ayat, sehingga tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan pun dibuat menyenangkan dan interaktif agar siswa semakin termotivasi.
Pembiasaan keagamaan ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga menjadi budaya madrasah yang tercermin dalam sikap dan perilaku siswa, seperti membiasakan salam, sopan santun, disiplin, serta saling menghormati antar sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Islami yang utuh.
Kepala MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti, S.S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa keberhasilan pembiasaan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh warga madrasah. “Guru, tenaga kependidikan, dan siswa memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi kegiatan keagamaan ini. Kami ingin menjadikan madrasah sebagai tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pembiasaan ini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat. Dengan bekal keimanan yang kokoh, diharapkan siswa mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang berakhlakul karimah.
Ke depan, MIN 1 Kerinci akan terus mengembangkan berbagai inovasi dalam kegiatan keagamaan, termasuk memperkuat program tahfiz, peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek pembelajaran.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, pembiasaan keagamaan di MIN 1 Kerinci diharapkan akan terus terjaga dan menjadi ciri khas madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, religius, dan berakhlak mulia.
Penulis/Editor : Ari S Wardana
|
239x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...