Selamat Datang di Website Resmi MIN 1 Kerinci # Layanan Digital Madrasah # Selamat Datang Di Website MIN 1 Kerinci # Eksplorasi Pengetahuan dan Bakat di MIN 1 Kerinci # Bersama MIN 1 Kerinci Berprestasi dan Berkarakter # MIN 1 KERINCI “BERDEDIKASI” BERsih, Damai, Edukasi, Disiplin, Islami, Kompak, Adil, Santun dan Istiqomah
Diposting Pada: Minggu, 31 Mei 2026

Belajar dari Legenda Danau Kerinci, Siswa MIN 1 Kerinci Perkuat Karakter dan Cinta Budaya Daerah

Belajar dari Legenda Danau Kerinci, Siswa MIN 1 Kerinci Perkuat Karakter dan Cinta Budaya Daerah

Kerinci, 31 Mei 2026 – Cerita rakyat merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai kehidupan dan kearifan lokal. Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya daerah, MIN 1 Kerinci terus mendorong kegiatan literasi yang mengenalkan berbagai legenda dan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Kerinci.

Salah satu legenda yang terkenal adalah kisah terbentuknya Danau Kerinci. Cerita ini mengisahkan tentang dua kakak beradik yatim piatu bernama Calungga dan Calupat yang hidup di kaki Gunung Kerinci pada masa lampau.

Alkisah di kaki Gunung Kerinci pada masa lalu hiduplah kakak beradik yatim piatu. Sang kakak bernama Calungga dan adiknya bernama Calupat. Calungga berwatak pemarah namun gagah dan pemberani. Berbeda dengan Calupat yang dikenal bijak, cerdas, dan juga ramah. Keduanya mendapat warisan berupa batu pusaka. Calungga mendapat batu pusaka berwarna merah delima, sementara milik Calupat berwarna putih.

Suatu hari saat tengah berburu di tengah hutan, Calungga menemukan sebuah benda yang berkilauan. Setelah didekati, benda itu ternyata sebuah telur raksasa. Calungga lantas membawa telur itu pulang untuk diperlihatkan kepada Calupat. Tentu saja Calupat terkejut menemukan telur yang aneh itu. Calupat merasa telur tersebut bukan telur biasa dan meminta Calungga berhati-hati. Namun Calungga justru marah dan menyebut adiknya penakut.

Rasa penasaran Calungga membuatnya nekat ingin mencoba bagaimana rasa telur tersebut. Saat Calupat tidak di rumah, Calungga lantas memasak telur itu dan memakannya hingga habis. Benar saja firasat sang adik, hal aneh terjadi setelah Calungga selesai makan. Ia merasa sangat-sangat haus hingga tanpa sadar telah menghabiskan semua persediaan air di rumahnya.

Calungga pun berlari ke arah sungai untuk meredakan rasa hausnya. Anehnya walau Calungga telah minum begitu banyak hingga sungai itu kering, hausnya masih belum berkurang. Tak berapa lama tubuh Calungga justru berubah memanjang dan kulitnya ditumbuhi sisik yang besar dan berkilau. Ternyata ia berubah menjadi seekor naga yang besar.

Sejak hari itu, Calungga dan Calupat harus terpisah. Calungga yang berubah menjadi naga harus mencari rumah baru karena gubuk yang mereka tempati terlalu kecil. Dengan kekuatannya, Calungga merapal mantra yang membuat bumi berguncang disertai datangnya hujan badai. Tak lama terbentuklah danau yang menjadi rumah baru bagi Calungga.

Calupat yang kesepian sering berkunjung ke Danau Gedang, rumah Calungga yang telah berubah menjadi naga. Namun ia selalu sedih ketika harus kembali ke rumah dan hidup sebatang kara di tengah belantara.

Suatu hari, Calupat memberanikan diri untuk meminta kepada kakaknya agar mengantar dirinya ke sebuah dusun yang jauh berada di hilir. Calupat ingin tinggal di sana agar dirinya tak lagi merasa kesepian. Calungga yang iba dengan kondisi adiknya menyanggupi. Disuruhnya Calupat untuk segera naik ke atas tubuhnya.

Perjalanan itu harus melewati sebuah aliran sungai yang sempit. Namun tubuh naga Calungga yang besar membuat aliran sungai yang sempit itu berubah menjadi sebuah cekungan besar. Setelah sampai di dekat tempat tujuan, Calungga dan Calupat pun berpisah. Calungga meninggalkan adiknya dan pergi menghilang entah ke mana.

Sementara cekungan besar yang mereka lewati terisi air dan berubah menjadi danau. Danau tersebut sekarang dikenal sebagai Danau Kerinci.

Kepala MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti.S, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa cerita rakyat seperti Legenda Danau Kerinci memiliki banyak pesan moral yang dapat dipetik oleh peserta didik. Kisah ini mengajarkan pentingnya sikap bijaksana, kehati-hatian dalam bertindak, menghargai nasihat orang lain, serta kuatnya ikatan persaudaraan yang tetap terjalin meskipun menghadapi berbagai cobaan.

Melalui kegiatan literasi budaya, siswa MIN 1 Kerinci diharapkan semakin mengenal sejarah, tradisi, dan cerita rakyat daerahnya sendiri. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memperoleh wawasan tentang asal-usul daerah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mencintai budaya lokal serta berkomitmen untuk melestarikannya sebagai bagian dari identitas masyarakat Kerinci.

Catatan: Sumber cerita: Legenda Danau Kerinci, Kompas.com (7 Juni 2022).
Penulis:Ari S Wardana

 


336x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Bangun Sinergi Pendidikan, MIN 1 Kerinci Sosialisasi PMBM di TK Negeri Pembina 2 Air Hangat 77x dibaca
  2. Tertib, Peduli, dan Bertanggung Jawab: PTK MIN 1 Kerinci Hadir Menjaga Lingkungan 365x dibaca
  3. Satu Hati, Satu Tujuan: Semangat Gotong Royong Warga MIN 1 Kerinci 314x dibaca
  4. Menumbuhkan Mental Juara: Siswa Madrasah Sukses Tampil dalam Safari Ramadhan di Masjid-Masjid Kemantan 49x dibaca
  5. Siswa Kelas VI MIN 1 Kerinci Ikuti Ujian Akhir Madrasah dengan Tertib dan Semangat 68x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 1 Kerinci

https://maps.app.goo.gl/jrBo4sJDSJ95q47XA?g_st=aw
Mars Madrasah