Selamat Datang di Website Resmi MIN 1 Kerinci # Layanan Digital Madrasah # Selamat Datang Di Website MIN 1 Kerinci # Eksplorasi Pengetahuan dan Bakat di MIN 1 Kerinci # Bersama MIN 1 Kerinci Berprestasi dan Berkarakter # MIN 1 KERINCI “BERDEDIKASI” BERsih, Damai, Edukasi, Disiplin, Islami, Kompak, Adil, Santun dan Istiqomah
Diposting Pada: Minggu, 05 Juli 2026

Puti Lading: Cerita Rakyat Kerinci yang Mengajarkan Keberanian, Kesabaran, dan Cinta Keluarga

Puti Lading: Cerita Rakyat Kerinci yang Mengajarkan Keberanian, Kesabaran, dan Cinta Keluarga

MIN 1 Kerinci –5 Juli 2026, Kepala Madrasah MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti, S.S.Ag., M.Pd, menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui pengenalan cerita rakyat daerah kepada peserta didik. Salah satu kisah yang diangkat adalah legenda Puti Lading, cerita rakyat Kerinci yang sarat nilai moral, keberanian, serta kepedulian terhadap keluarga dan alam.

Menurut beliau, cerita rakyat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana efektif dalam membentuk karakter siswa agar memiliki sikap tangguh, jujur, dan bertanggung jawab.

Kisah Awal Puti Lading di Tanah Kerinci

Cerita Puti Lading bermula dari kehidupan sederhana sebuah keluarga di wilayah Kerinci yang tinggal di tepi Sungai Batang Merao. Keluarga tersebut hidup sebagai petani dan bergantung pada alam sekitar. Sang ayah dikenal sebagai pekerja keras, sementara sang ibu mengurus rumah dengan penuh kasih sayang.

Di tengah keluarga tersebut, tumbuh seorang anak perempuan bernama Puti Lading, yang dikenal rajin, sopan, dan sangat peduli terhadap orang tuanya. Ia selalu membantu pekerjaan rumah dan ikut bekerja di ladang tanpa mengeluh.

Peristiwa di Sungai Batang Merao

Suatu hari, sang ayah pergi mencari ikan di Sungai Batang Merao. Saat menjala ikan di bagian hulu, ia tanpa sengaja melukai seekor ular raksasa yang tersangkut pada jaringnya. Karena mengira hanya akar kayu, ia menebas bagian tersebut, yang kemudian memicu kemarahan makhluk besar tersebut.

Ular raksasa itu kemudian menuntut pertanggungjawaban, bahkan meminta Puti Lading sebagai pengganti atas luka yang dialaminya. Ancaman pun muncul: jika permintaan tidak dipenuhi, kampung akan terkena bencana.

Pengorbanan Puti Lading

Dalam kondisi penuh tekanan, Puti Lading menunjukkan sikap luar biasa. Ia memahami situasi yang terjadi dan dengan penuh kesadaran memilih untuk pergi demi keselamatan banyak orang.

Keputusan itu diambil bukan karena paksaan semata, tetapi karena rasa cinta kepada keluarga dan kampung halamannya. Sikap ini menjadi gambaran kuat nilai pengorbanan dan keberanian dalam cerita rakyat Kerinci.

Perjalanan di Dunia Ular

Puti Lading kemudian dibawa ke sebuah gua di dalam hutan oleh ular raksasa. Di tempat itu, ia diminta menjaga anak-anak ular dan menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga serta kampung halaman.

Meski berada dalam ketakutan dan kesepian, Puti Lading tetap sabar dan berusaha memahami keadaan. Ia tidak melawan dengan kekerasan, melainkan bertahan dengan kecerdikan dan ketenangan.

Bantuan Ayam Garugo Putih

Dalam masa pengasingannya, Puti Lading bertemu dengan Ayam Garugo Putih, makhluk ajaib yang kemudian membantunya mencari jalan keluar. Ayam tersebut memberikan petunjuk tentang waktu, jalur, serta cara melarikan diri dari gua tanpa diketahui oleh ular raksasa.

Petunjuk tersebut menjadi harapan baru bagi Puti Lading untuk kembali ke kampung halamannya.

Pelarian dan Kepulangan

Pada malam yang ditentukan, Puti Lading berhasil melarikan diri dengan mengikuti arahan Ayam Garugo Putih. Ia melewati hutan, sungai, dan jalur sulit dengan penuh kehati-hatian.

Meskipun sempat dikejar oleh ular raksasa, ia berhasil menghindar berkat kecerdikan dan bantuan yang ia terima. Setelah perjalanan panjang, akhirnya Puti Lading berhasil kembali ke kampung halamannya di Kerinci.

Pertemuan dengan kedua orang tuanya berlangsung penuh haru dan syukur.

Nilai Pendidikan Karakter

Kepala Madrasah MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti.S, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa kisah Puti Lading mengandung nilai-nilai penting yang relevan dengan pendidikan karakter, di antaranya:

Keberanian dalam menghadapi tantangan
Kesabaran dalam situasi sulit
Pengorbanan demi kebaikan bersama
Kecerdikan dalam mencari solusi
Kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan

Beliau juga menyampaikan bahwa cerita rakyat seperti ini menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai moral kepada siswa sejak dini.

Cerita Puti Lading bukan hanya sekadar legenda masyarakat Kerinci, tetapi juga warisan nilai kehidupan yang relevan hingga saat ini. Melalui kisah ini, MIN 1 Kerinci berharap peserta didik dapat meneladani sikap keberanian, ketulusan, dan kepedulian yang ditunjukkan tokoh Puti Lading dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Penulis/Editor : Ari S Wardana

 


390x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. PTK MIN 1 Kerinci Hadiri Undangan Pernikahan, Wujud Kedekatan Madrasah dengan Masyarakat 300x dibaca
  2. Khidmatnya Upacara HKN di MIN 1 Kerinci, Bapak Harmadi, S.Ag Sampaikan Amanat Pembina Upacara 359x dibaca
  3. Bukan Soal Mengalahkan Orang Lain, Tapi Mengalahkan Diri Sendiri! Pesan Inspiratif Upacara Senin 236x dibaca
  4. Salaman Usai Upacara di MIN 1 Kerinci, Perkuat Adab, Disiplin, dan Kebersamaan Warga Madrasah 369x dibaca
  5. SMP IT Nurul Quran Kerinci Gelar Sosialisasikan PPDB kepada Siswa MIN 1 Kerinci 382x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 1 Kerinci

https://maps.app.goo.gl/jrBo4sJDSJ95q47XA?g_st=aw
Mars Madrasah