
Di sebuah taman yang hijau dan penuh bunga, hiduplah seekor semut kecil bernama Sema. Tubuhnya memang mungil, tetapi ia dikenal sebagai semut yang rajin dan selalu bersemangat. Setiap pagi, Sema berangkat bersama teman-temannya untuk mencari makanan.
Suatu hari, matahari bersinar sangat terik. Perjalanan mencari makanan terasa lebih berat dari biasanya. Beberapa semut mulai mengeluh.
"Ah, panas sekali. Andai saja cuacanya mendung," kata salah satu semut.
"Iya, jalannya jauh. Aku sudah lelah," sambung yang lain.
Namun, Sema tetap tersenyum. Ia berkata dengan lembut, "Teman-teman, bukankah Allah telah memberi kita tubuh yang kuat untuk bekerja? Selama kita masih bisa berjalan dan mencari rezeki, kita patut bersyukur."
Teman-temannya hanya mengangguk, meski masih merasa lelah.
Tak lama kemudian, mereka menemukan beberapa butir gandum yang cukup besar. Semua semut bergotong royong mengangkatnya menuju sarang. Saat perjalanan pulang, hujan turun dengan deras. Mereka segera berteduh di bawah sehelai daun.
Beberapa semut kembali mengeluh.
"Tadi kepanasan, sekarang kehujanan."
Sema tersenyum lagi. "Hujan adalah rahmat dari Allah. Berkat hujan, tumbuhan menjadi subur dan makanan kita akan semakin banyak. Kita hanya perlu bersabar sebentar."
Ucapan Sema membuat teman-temannya mulai berpikir. Benar juga, setiap keadaan pasti memiliki hikmah.
Beberapa hari kemudian, musim kemarau datang. Banyak koloni semut lain kesulitan mendapatkan makanan karena tidak memiliki persediaan. Namun, koloni Sema tetap tenang. Mereka masih memiliki banyak makanan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan tanpa mengeluh.
Ketua koloni pun berkata, "Semua ini berkat semangat dan rasa syukur yang selalu Sema tanamkan kepada kita. Orang yang pandai bersyukur akan lebih mudah melihat nikmat Allah, sehingga tidak mudah menyerah."
Sejak hari itu, semua semut berusaha mengikuti teladan Sema. Mereka bekerja dengan rajin, saling membantu, dan selalu mengucapkan, "Alhamdulillah" atas setiap nikmat yang Allah berikan, baik sedikit maupun banyak.
Mereka menyadari bahwa kebahagiaan bukan berasal dari banyaknya harta atau mudahnya pekerjaan, tetapi dari hati yang selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Pesan Moral :
Allah menyukai hamba-Nya yang selalu bersyukur. Orang yang bersyukur akan memiliki hati yang tenang, tidak mudah mengeluh, dan selalu bersemangat menjalani kehidupan. Sekecil apa pun nikmat yang kita terima, jangan lupa mengucapkan Alhamdulillah dan menggunakannya untuk melakukan kebaikan.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu...'"
(QS. Ibrahim: 7)
|
171x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...