
Kerinci, Senin, 21 September 2026 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kerinci kembali melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin pada 21 September 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat yang diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, dewan guru, pegawai, hingga seluruh peserta didik MIN 1 Kerinci.
Upacara rutin hari Senin menjadi salah satu kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten di MIN 1 Kerinci. Selain menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketertiban, dan semangat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pihak madrasah untuk menyampaikan berbagai pesan dan arahan kepada peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Kerinci, Hasminiyeti, S.Ag., M.Pd., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk penguatan kepada seluruh warga madrasah agar semakin memiliki kepedulian dan kesadaran dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman.

Dalam amanatnya, Hasminiyeti, S.Ag., M.Pd. mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan. Kebersihan lingkungan madrasah merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah, baik kepala madrasah, guru, pegawai maupun peserta didik.
Menurut beliau, lingkungan yang bersih tidak dapat terwujud apabila hanya mengandalkan pihak tertentu. Setiap warga madrasah harus mengambil bagian dan memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat mereka belajar dan bekerja.
Kepala Madrasah mengajak seluruh peserta didik untuk memulai kebiasaan menjaga kebersihan dari hal-hal sederhana. Peserta didik diharapkan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, merapikan lingkungan sekitar, serta tidak membiarkan sampah berserakan di halaman maupun sudut-sudut madrasah.
Kebiasaan sederhana tersebut, apabila dilakukan secara konsisten, diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan juga tidak seharusnya dilakukan hanya ketika ada teguran atau ketika akan dilaksanakan kegiatan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran diri masing-masing.
Selain berbicara mengenai kebersihan di madrasah, Hasminiyeti juga mengingatkan peserta didik agar menerapkan kebiasaan hidup bersih di lingkungan rumah. Menurutnya, pendidikan tentang kebersihan harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak terbatas hanya ketika peserta didik berada di lingkungan sekolah.
“Kalau kita terbiasa menjaga kebersihan di rumah, maka kebiasaan itu akan terbawa ke sekolah. Sebaliknya, apa yang kita biasakan di sekolah juga harus kita terapkan ketika berada di rumah,” pesan Hasminiyeti dalam amanatnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Berbagai kebiasaan yang dilakukan setiap hari juga menjadi bagian penting dalam membentuk sikap dan kepribadian peserta didik.
Membuang sampah pada tempatnya, merapikan meja dan kursi, menjaga kebersihan kelas, serta ikut membersihkan lingkungan merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap peserta didik. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan bersama.
Lingkungan madrasah yang bersih dan rapi juga akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Ruang kelas yang bersih, halaman yang tertata, serta lingkungan yang bebas dari sampah dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik dan seluruh warga madrasah.
Oleh karena itu, kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya berkaitan dengan keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. Lingkungan yang terawat diharapkan dapat mendukung peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta berbagai aktivitas madrasah lainnya.
Begitu pula dengan menjaga fasilitas madrasah. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia dengan baik serta ikut menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan di sekitarnya.
Madrasah bukan hanya tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk belajar membangun karakter. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, dan kebersamaan dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan dan pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, peserta didik diajak untuk memandang madrasah sebagai rumah kedua yang harus dijaga bersama. Sebagaimana setiap orang memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan dan kenyamanan rumahnya sendiri, demikian pula lingkungan madrasah perlu dijaga agar tetap nyaman bagi seluruh warga madrasah.
Semangat menjaga kebersihan juga diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong di lingkungan MIN 1 Kerinci. Seluruh warga madrasah dapat saling mengingatkan dan saling membantu dalam menjaga kebersihan tanpa membedakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Upacara rutin Senin ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh warga MIN 1 Kerinci bahwa lingkungan yang bersih dan nyaman dapat tercipta melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari.
Pada akhirnya, amanat yang disampaikan dalam upacara Senin tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dilakukan secara konsisten.
Dari rumah belajar hidup bersih, di madrasah membangun kebiasaan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik.
MIN 1 Kerinci — Bersih Lingkungannya, Nyaman Belajarnya, Semangat Prestasinya!
|
147x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...