
Kerinci – MIN 1 Kerinci terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui optimalisasi perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi siswa dan pengembangan profesional guru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya baca serta meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Kepala MIN 1 Kerinci menyampaikan bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat kegiatan akademik dan literasi. “Perpustakaan harus menjadi jantung pembelajaran. Di sinilah siswa dapat memperluas wawasan, dan guru dapat mengembangkan kompetensinya,” ujarnya.
Sejumlah program literasi mulai diintensifkan, seperti kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, kunjungan kelas terjadwal ke perpustakaan, serta lomba resensi dan storytelling. Selain itu, pojok baca juga dihadirkan di beberapa kelas guna mendekatkan buku kepada siswa.

Tidak hanya untuk siswa, perpustakaan juga difungsikan sebagai ruang diskusi dan kolaborasi guru. Guru-guru secara rutin mengadakan pertemuan untuk berbagi praktik baik pembelajaran, membahas buku referensi pendidikan, serta menyusun perangkat ajar secara bersama.
Pengelolaan perpustakaan pun mulai ditata lebih sistematis. Koleksi buku diperbarui secara berkala, tata ruang dibuat lebih nyaman dan ramah anak, serta sistem peminjaman diperbaiki agar lebih tertib dan efektif.
Upaya ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan guru. Siswa merasa lebih termotivasi untuk membaca, sementara guru memperoleh ruang yang kondusif untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya.
Dengan optimalisasi tersebut, MIN 1 Kerinci berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang literat, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di madrasah.
|
134x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...