
Kerinci – Perpustakaan di MIN 1 Kerinci kini tak lagi sekadar tempat menyimpan buku. Melalui berbagai inovasi, ruang tersebut bertransformasi menjadi pusat literasi sekaligus wadah pengembangan profesional bagi para guru.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa revitalisasi perpustakaan dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan di era digital. “Perpustakaan harus hidup dan menjadi ruang yang menginspirasi. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dalam meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.
Perubahan ini terlihat dari penataan ruang yang lebih nyaman dan modern, penambahan koleksi buku yang relevan, hingga penyediaan akses bahan bacaan digital. Selain itu, perpustakaan juga difungsikan sebagai ruang diskusi, pelatihan, dan berbagi praktik baik antar guru.
Program literasi yang dijalankan meliputi kegiatan membaca rutin, pojok literasi kelas, hingga lomba resensi buku. Sementara itu, untuk pengembangan guru, diadakan workshop, bedah buku, serta pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis literasi.
Salah satu guru mengungkapkan bahwa keberadaan perpustakaan yang aktif memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran. “Kami jadi lebih mudah mengakses referensi dan berdiskusi dengan rekan sejawat. Ini sangat membantu dalam mengembangkan metode mengajar yang lebih kreatif,” katanya.
Siswa pun merasakan manfaat dari perubahan tersebut. Mereka kini lebih antusias mengunjungi perpustakaan, tidak hanya untuk membaca, tetapi juga untuk belajar bersama dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Dengan transformasi ini, perpustakaan MIN 1 Kerinci diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya literasi di lingkungan madrasah sekaligus mendukung peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bukti bahwa perpustakaan dapat berperan strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berdaya saing.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...